Kamis, 19 September 2013

Agama Budha ( asal usul, Sidarta Gautama, Budha dan Filsafat Agama)
Oleh : Rasyid
A.    Pendahuluan
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Rabb semesta alam yang telah memberikan nikmatNya yang tak terhitung. Terutama nikmat iman dan Islam dengan itu kita dapat merasakan manisnya Iman dan Islam.
Shalawat dan salam semoga Allah curahkan kepada tauladan terbaik bagi umat Islam khususnya dan seluruh umat manusia, yakni Nabi Muhammad Shalallahu a’laihi wasallam, keluarga, shahabat, tabi’in, tabiut-tabi’in dan yang mengikuti beliau sampai akhir zaman.
Makalah ini membahas tentang Agama Budha yang meliputi asal usul, Sidarta Gautama, Budha, dan filsafat Agama. Agama Buddha adalah sebuah agama dan filsafat yang berasal dari anak benua India dan meliputi beragam tradisi kepercayaan, dan praktik yang sebagian besar berdasarkan pada ajaran yang dikaitkan dengan Siddhartha Gautama, yang secara umum dikenal sebagai Sang Buddha (berarti “yang telah sadar” dalam bahasa Sanskerta dan Pali). Untuk lebih jelasnya pemakalah akan bahas secara lebih jauh lagi.
B.    Pembahasan 
1.    Asal usul
Agama Budha lahir dan berkembang abad ke-6 sebelum Masehi. Agama itu diperoleh namanya dari panggilan yang diberikan kepada pembangunannya mula-mula, Siddarta Gautama (563-483 sM), yang dipanggilkan dengan : Budha.  Panggilan itu berasal dari akarkata bodhi (hikmat), yang didalam deklensi (tashrif) selanjutnya menjadi budhi (nurani), dan menjadi budha (yang beroleh nur).
Siddhartha Gautama, yang secara umum dikenal sebagai Sang Buddha (berarti Yang Sadar (Awakened One), dan Yang Cemerlang (Illumined One), dan Yang beroleh Terang (Englightened One). Panggilan itu diperoleh Siddarta Gautama seseudah menjalani sikap hidup penuh kesucian, betapa, berkhalwat, mengembara untuk menemukan kebenaran, dekat tujuh tahun lamanya, dan dibawah sebuah pohon (yang dewasa ini berada di kota Goya) iapun beroleh Hikmat dan Terang hingga pohon itu sampai kini dipanggilkan: pohon Hikmat (Tree Of Budhi).
Dengan ini, ini adalah salah satu agama tertua yang masih dianut di dunia. Selama masa ini, agama ini sementara berkembang, unsur kebudayaan India, ditambah dengan unsur-unsur kebudayaan Helenistik (Yunani), Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Tenggara. Dalam proses perkembangannya, agama ini praktis telah menyentuh hampir seluruh benua Asia. Sejarah agama Buddha juga ditandai dengan perkembangan banyak aliran dan mazhab, serta perpecahan-perpecahan. Yang utama di antaranya adalah aliran tradisi Theravada, Mahayana, dan Vajrayana (Bajrayana), yang sejarahnya ditandai dengan masa pasang dan surut.

2.    Siddarta Gautama
Gautama Buddha dilahirkan dengan nama Siddhārtha Gautama (Sanskerta: Siddhattha Gotama; Pali: "keturunan Gotama yang tujuannya tercapai"), dia kemudian menjadi sang Buddha (secara harfiah: orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna). Pangeran Siddarta Gautama itu putera Raja Suddhodhana dari kerajaan Kavilawastu, yang wilayahnya meliputi wilayah Nepal dan Bhutan dan Sikkim sekarang ini. Ia termasuk lapisan Ksatria, bukan lapisan Brahim. Gautama itu nama turunan bagi keluarganya yang termasuk rumpun sukubangsa Sakya (Sakyamuni) yang bermakna: Orang suci dari Sakya.
Siddhartha Gautama adalah guru spiritual dari wilayah timur laut India yang juga merupakan pendiri Agama Buddha. Ia secara mendasar dianggap oleh pemeluk Agama Buddha sebagai Buddha Agung (Sammāsambuddha) pada masa sekarang. Waktu kelahiran dan kematiannya tidaklah pasti (Riwayat aslinya sudah bercampur baur dengan dongeng, diantaranya: Jatakamala oleh Aryasura, Buddhacarita oleh Asywagosa dan Lalitawistara oleh Wijana. ), sebagian besar sejarawan dari awal abad ke 20 memperkirakan kehidupannya antara tahun 563 SM sampai 483 SM; baru-baru ini, pada suatu simposium para ahli akan masalah ini, sebagian besar dari ilmuwan yang menjelaskan pendapat memperkirakan tanggal berkisar antara 20 tahun antara tahun 400 SM untuk waktu meninggal dunianya, sedangkan yang lain menyokong perkiraan tanggal yang lebih awal atau waktu setelahnya.
3.    Budha
Dalam mitologi Hindu, Budha (Dewanagari: बुध; IAST: Budha) adalah nama untuk planet Merkurius, putra Candra (bulan) dengan Tara alias Rohini. Ia juga dewa barang dagangan dan pelindung para pedagang.
Buddha diambil dari bahasa Sanskerta untuk yaitu "mereka yang sadar" dan nama orang yaitu Gautama Buddha/Sidharta Gautama orang pertama yang mencapai pencerahan (Buddha) Agama Buddha adalah agama yang diturunkan dari ajaran Siddharta Gautama.
Siddarta Gautama (563-483 sM), yang dipanggilkan dengan : Buddha. Panggilan itu berasal dari akarkata bodhi (hikmat), yang didalam deklensi (tashrif) selanjutnya menjadi budhi (nurani), dan menjadi budha (yang beroleh nur). 
    Tempat suci: Kapilawastu, Bodh Gaya, Sarnth dan Kusyinagara tempat Budha meninggal.
    Hari suci diantaranya Waisyaka: (antara April-Mai) masa Buddha menerima Buddhi.
    Kitab agama Buddha: Dinamakan Tripitaka (tiga keranjang), yang bermakna Tiga himpunan Hikmat, kitab agama Buddha berbahasa Pali (bahasa rakyat umum) dan Sangsekerta (lapisan atasan), kitab lainya yang terkenal: Dharmapada atau Damapala.
a.    Winayapitaka, berisi hukum agama.
b.    Sutranapitaka, berisi naasihat.
c.    Abhidharmapitaka, tafsir ajaran Buddha. 
    Hari raya : Terdapat empat hari raya besar dalam Agama Buddha. Namun satu-satunya yang dikenal luas masyarakat adalah Hari Raya Trisuci Waisak, sekaligus satu-satunya hari raya umat Buddha yang dijadikan hari libur nasional Indonesia setiap tahunnya.
4.    Filsafat Agama
Agama Buddha adalah sebuah agama dan filsafat yang berasal dari anak benua India dan meliputi beragam tradisi kepercayaan, dan praktik yang sebagian besar berdasarkan pada ajaran yang dikaitkan dengan Siddhartha Gautama.  Ajaran Buddha kurang menerangkan soal ketuhanan, puji-pujian dan pemujaan ditujukan pada Buddha, “Om mani padme hum”, wahai engkau yang duduk diatas bunga teratai. Yang diutamakan adalah Buddhi, selalu berbuat kebajikan dan meninggalkan kejahatan menurut jejak dan pesan Buddha, berharap menjadi arhat menuju Nirwana.
C.    Kesimpulan
Agama Buddha termasuk sebuah agama thabii, yaitu agama bumi, agama filsafat, agama budaya, natural relegion, dinul thabii, dinul ardhi, agama ini dipengaruhi oleh unsur-unsur kebudayaan India yang dipelopori oleh Siddarta Gautama yang riwayat aslinya sudah bercampur baur dengan dongeng. Dalam proses perkembangannya ini, agama ini praktis telah menyentuh hampir seluruh benua Asia.
 
Daftar Pustaka
Marzdedeq, A.D. El, Parasit Aqidah (Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur), Bandung: Yayasan Ibnu Ruman, tanpa tahun.
Sou’yb, Joesoef, Agama-agama Besar di Dunia, Jakarta: Pustaka Alhusna, 1983.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Sejarah_agama_Buddha.htm 07/12/12    21:02
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Siddhartha_Gautama.htm
07/12/12   14:02
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Budha,.htm
07/12/12   16: 16

catatan kaki:

 Nama asli Rasyid, nama hijrah (panggilan) Abdul Rasyid, merupakan Mahasiswa STID Mohammad Natsir Jakarta, semester VII. Demi memenuhi tugas makalah mata kuliah Sejarah Agama-agama (Muqaranatul Adyan), dibawah bimbingan Ust. Abdul Kadir Badjuber, M.Pd.I   
  Joesoef Sou’yb, Agama-agama Besar di Dunia, Jakarta: Pustaka Alhusna, 1983, hal. 72.
  Ibid.
  Ibid.
  Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Sejarah_agama_Buddha.htm
07/12/12    21:02
  Joesoef Sou’yb, Agama-agama Besar di Dunia, hal. 75.
  A.D. El Marzdedeq, Parasit Aqidah (Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur), Bandung: Yayasan Ibnu Ruman, tanpa tahun. Hal. 81.
  Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Siddhartha_Gautama.htm
07/12/12   14:02
  Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Budha,.htm
07/12/12   16: 16
  Joesoef Sou’yb, Agama-agama Besar di Dunia, hal. 72.
   A.D. El Marzdedeq, Parasit Aqidah (Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur), hal. 85.
 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http//Agama_Buddha baru.htm
07/12/12   17:23
  Ibid.
  A.D. El Marzdedeq, Parasit Aqidah (Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur), hal. 84.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar