Kamis, 10 Oktober 2013

Kampong Seladu

Kampong Seladu Desa Sepadu Kec. Semparok


Kampong seladu adalah salah satu dari beberapa Desa di Kec. Semparuk yang potensinya sangat bagus, terutama nak bekabon. ka' ati lah nak kabon ape pun pakai. baik itu sayuran timun, kacang, cabe rawit, jagung dan lain-lain. Ada seorang petani yang selalu sering menanam sayur-sayuran di kebun belakang rumahnya, apa katanya " biar da'an malli dah pakai (biar ngak beli).
Masjid kita
 Ini adalah Masjid Istiqbal Seladu.

Jumat, 20 September 2013


Ilmu Tasawuf (Filsafat Islam dan Ilmu Kalam)
Oleh : RASYID
A.    Pendahuluan

   
Alhamdulillah kita ucapkan sebagai rasa syukur kita kepada Allah Ta’ala yang mana begitu banyak karunia, nikmat, rahmat dan hidayahnya yang telah diberikan kepada hamba-Nya yang tidak pernah putus-putusnya dari kita tidur sampai kita tidur lagi.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Shalallahu ‘alalaihi wasallam, keluarganya, shahabat-shahabatnya, serta penerus risalah beliau sampai akhir zaman.
Pada makalah ini, pemakalah akan membahas pada Bab 2 Aliran-aliran Ilmu Kalam tentang Khawarij dan Murji’ah.
B.    Pembahasan
1.    Aliran-aliran Ilmu Kalam
A.    Khawarij (Haruriyah)
Pada tahun 37 H Mu’awiyah, Gubernur Syiria memberontak terhadap Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib karena pembunuhan Utsman bin Affan.  Menurut Ibnu Abi Bakar Ahmad al-Syahrastani, bahwa yang disebut Khawarij adalah setiap orang yang keluar dari imam yang hak dan telah disepakati para jama’ah, baik ia keluar pada masa shahabat Khalafaur Rasyidin, atau pada masa Tabi’in secara baik-baik.
Sejarah munculnya Khawarij para ahli sejarah berbeda pendapat tentang awal kemunculan firqah khawarij, diantara mereka ada yang mengatakan bahwa Khawarij muncul pada masa Nabi, yaitu ketika berdirinya Dzul Khuwaishirah untuk menentang dan mengomentari pembagian qhanimah yang dilakukan oleh Nabi, dengan mengatakan bahwa beliau tidak adil. 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Ahlul Bid’ah yang pertama kali keluar dari Jama’atul Muslimin adalah Firqah Khawarij.”
Sedang pendapat yang kuat adalah Firqah Khawarij muncul ketika mereka keluar dari peristiwa tahkim antara Ali dan Mu’awiyah.  Kelahiran aliran Khawarij adalah ide Amru bin Ash dari pihak Muawiyah untuk memecah belah pasukan Ali dengan mengangkat lembaran mushaf Al-Qur’an dengan ujung tombak sebagai isyarat mohon perdamaian dengan bertahkim kepada Kitab suci Al-Qur’an. 
Nama Khawarij berasal dari kata “خَرَجَ “ yang berarti keluar.  Nama ini diberikan kepada mereka yang keluar dari barisan Ali.  Khawarij adalah firqah yang sesat dan menyesatkan dan banyak disebutkan dalam hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya beliau bersabda:
الخوارج هُمْ كِلَابُ النّار(رواه احمد).
“Khawarij adalah anjing-anjing (penghuni) neraka”. (Shohih: HR. Ahmad (IV / 355).
Khawarij sebagai sebuah aliran teologi adalah kaum yang terdiri dari pengikut Ali Ibn Abi Thalib yang meninggalkan barisannya, karena tidak setuju terhadap sikap Ali yang menerima Arbitrase  sebagai jalan untuk menyelasaikan persengketaan khalifah dengan Muawiyah Ibnu Abi Sufyan dalam perang Shiffin. 
Khawarij adalah aliran yang sesat dan termasuk ahlul bid’ah.  Haruriyah, yakni kaum Khawarij, mereka memutlakkan kufur (kekafiran) atas seseorang mukmin yang berbuat dosa dan maksiat dan menganggap mereka kekal didalam Neraka.  Satu aliran yang menyimpang dari agama Islam dan mereka keluar dari Imam-Imam pilihan kaum Muslimin. 
Mereka pada umumnya terdiri dari orang-orang Arab Badawi. Kehidupannya dipadang pasir yang serba tandus, menyebabkan mereka bersifat sederhana baik dalam cara hidup maupun pemikiran.  Namun mereka keras hati, berani, bersikap merdeka, tidak bergntung pada orang lain dan cendrung radikal.
Perubahan yang dibawakan agama kedalam diri mereka, tidak mampu mengubah sifat-sifat Badawai yang mereka miliki itu. Mereka tetap bersikap bengis, suka pada kekerasan dan tak gentar menghadapi mati. Karena kehidupannya sebagai badawi menyebabkan mereka jauh dari ilmu pengetahuan.
Al-Qur’an dan Hadits mereka pahami secara literal atau lafdziyah serta harus dilaksanakan sepenuhnya. Oleh karena itu imam dalam paham mereka bercorak sederhana, sempit, fanatik dan ekstrim sehingga mereka tidak dapat mentolelir penyimpangan terhadap ajaran Islam menurut pemahaman mereka.
Dalam perkembangan selanjutnya kaum Khawarij berpecah ke dalam beberapa golongan. Konsep kafir turut pula mengalami perubahan lebih lanjut.  Golongan-golongan Khawarij yang terbesar menurut al-Syahrastani ada delapan, yaitu al-Muhakkimah, al-Azariqah, al-Najdat, al-Baihasiyyah, al-Ajaridah, al-Sa’alibah, l-Ibadiah dan al-Shufriyah. Selain itu terdapat sisanya yang merupakan cabang dari yang pokok, sehingga kalau dijumlahkan seluruhnya dapat mencapai delapan belas sekte.
Dalam uraian ini akan disebutkan beberapa saja dari aliran tersebut sebagai berikut:
1.    Al-Muhakkimah 
Al-Muhakkimah adalah mereka yang keluar dari barisan Ali ketika berlangsung peristiwa tahkim dan kemudian berkumpul di suatu tempat yang bernama Harura, bagian dari negeri Kufah. Pimpinan mereka diantaranya Abdullah bin Al-Kawa, Utab bin al-A’war, Abdullah bin Wahab al-Rasiby. Merupakan golongan Khawarij pertama yang terdiri dari dari pengikut-pengikut Ali.
Di antara pendapat sesat mereka ialah:
a.    Mereka yang berpendapat bahwa semua orang yang menyetujui tahkim sebagai orang-orang yang bersalah dan menjadi kafir.
b.    Bagi mereka orang yang berbuat zina, membunuh sesama manusia tanpa sebab-sebab yang sah adalah dosa besar, keluar dari Islam dan menjadi kafir.
c.    Demikian pula dengan dosa-dosa besar lainnya, dapat mengakibatkan dapat keluar dari Islam dan kafir.
2.    Al-Azariqah
Al-Azariqah adalah bagian dari golongan Khawarij yang dapat menyusun barisan baru yang besar dan kuat. Daerah kekuasaannya terletak di perbatasan Irak dan Iran. Nama Azarigah dinisbahkan pada tokohnya bernama Nafi’ Ibn al-Azraq. Para pengikut golongan ini, menurut al-Baghdadi berjumlah lebih dari dua puluh ribu orang. Khalifah yang pertama mereka pilih adalah Nafi’ sendiri, dan kepadanya mereka memberi gelar Amir al-Mu’minin dan beliau wafat pada pertempuran di Irak pada tahun 686 M.
Di antara pendapat sesat mereka ialah:
a.    Sub sekte al-Azariqah ini sikapnya lebih radikal dari al-Muhakkimah.
b.    Term kafir mereka ubah menjadi term musyrik (politeis).
c.    Dosa syirik lebih besar dari dosa kufur.
d.    Bagi golongan Azariqah, yang menjadi musyrik bukan hanya orang Islam yang melakukan dosa besar, bahkan juga semua orang Islam yang tak sepaham dengan mereka.
e.    Hanya orang Azariqah yang orang Islam dan yang lainnya bukanlah orang Islam, tetapi orang politeis. Dan mereka tidak segan-segan membunuh orang-orang yang demikian.  
f.    Boleh membunuh anak kecil yang tak sealiran dengan mereka.
g.    Menghukum anak-anak orang musyrik didalam neraka beserta orang tuanya.
h.    Orang-orang yang melakukan dosa besar dan dosa kecil secara terus-menerus dapat menjadi kafir.
i.    Orang yang melakukan dosa besar disebut kafir millah, keluar dari Islam secara total dan kekal dalam neraka beserta orang-orang kafir.

3.    Al-Najdah
Nama golongan ini diambil dari nama pemimpinnya yang bernama Najdah Ibn ‘Amir al-Hanafi dari Yamamah. Mereka tidak menyetujui paham al-Azariqah yang mengatakan bahwa orang Azraqy yang tidak mau berhijrah kedalam lingkungan al-Azariqah adalah musyrik dan mereka tidak menyetujui pendapat mereka yang membolehkan membunuh anak istri orang-orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka.
Pendapat sesat mereka ialah:
a.    Golongan Najdah lebih moderat sedikt dari golongan Azariqah.
b.    Orang Islam lain bukanlah kafir atau musyrik. Tetapi dosa kecil, dan paham mereka, kalau dikerjakan terus-menerus akan membuat pelakunya menjadi musyrik.
c.     Bahwa yang diwajibkan bagi setiap orang Islam ialah mengetahui Allah dan Rasul-Nya, mengetahui haram membunuh orang Islam dan percaya kepada seluruh apa yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya itu. Orang yang tidak mengetahui semua ini tidak dapat diampuni dosanya.

4.    Sufriah
Golongan Sufriah membagi dosa besar kedalam dua bagian, dosa yang ada hukumnya di dunia, seperti zina dan dosa yang tidak ada hukumnya di dunia, seperti meninggalkan puasa.
Pendapat sesat mereka ialah:
a.    Pelaku dosa besar golongan pertama tidak menjadi kafir.
b.     Yang membuat orang Islam menjadi kafir ialah dosa besar golongan kedua.

5.    Ibadiah
Golongan Ibadiah adalah golongan paling moderat yang terdapat dalam kalangan Khawarij.
Pendapat sesat mereka ialah:
a.    Mereka tidak memandang orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka musyrik, tetapi tidak pula mu’min. Orang Islam demikian hanya merupakan kafir yang masih mengesakan Allah.
b.    Mereka membagi golongan kafir kedalam dua bagian, kafir al-Ni’mah, orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat-nikmat yang diberikan Allah, dan kafir al-Millah, yaitu orang yang keluar dari agama.
Penyimpangan Khawarij dari aqidah Ahli Sunnah:
1.    Mereka mengkafirkan ‘Ali dan Mu’awiyah serta para pendukungnya.
2.    Ghuluw (berlebih-lebihan) dalam mengkafirkan kaum Muslimin.
3.    Menghalalkan darah kaum muslimin yang berseberangan dengan mereka.
4.    Orang Islam yang berbuat dosa besar, seperti berzina dan pembunuh adalah kafir dan selamanya masuk neraka. 

B.    Murji’ah
Murji’ah diambil dari kata raja’ (harapan), artinya mereka mendahulukan harapan daripada ancaman, sehingga orang-orang yang berbuat dosa besar tidak dikatakan fasiq. Aliran Murji’ah ini muncul sebagai reaksi atas sikapnya yang tidak mau terlibat dalam upaya kafir mengkafirkan terhadap orang yang melakukan dosa besar, sebagaimana hal itu dilakukan oleh aliran Khawarij.
Pandangan mereka itu terlihat kata Murji’ah itu sendiri yang berasal dari kata arja’a yang berarti orang yang menangguhkan, mengakhirkan, dan memberi harapan. Pada golongan Murji’ah yang moderat ini terdapat nama al-Hasan Ibnu Muhammad Ibn ‘Ali Ibn Abi Thalib, Abu Hanifah, Abu Yusuf dan beberapa ahli hadits. Adapun golongan ini yang ekstrim tokohnya adalah Jahm bin Safwan dan pengikutnya disebut al- Jahmiah.
Pemikiran aliran Mur’jiah antara lain:
a.    Menurut mereka bahwa dosa itu tidak membahayakan iman, sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat bagi orang kafir. Begitu juga orang yang beriman, jika mereka berbuat dosa besar, tidaklah terpengaruh terhadap imannya.
b.    Murji’ah diambil dari kata irja’ dengan makna ta’hir (mengakhirkan), karena mereka mengakhirkan amal dari iman. 
c.    Bahwa orang Islam yang berdosa besar masih tetap mukmin.
d.    Bahwa orang Islam yang percaya pada Allah, kemudian menyatakan kekufuran secara lisan, tidaklah menjadi kafir, karena kafir dan iman tempatnya bukan dalam bagian tubuh manusia tetapi dalam hati sanubari.
e.    Lebih lanjut mereka mengatakan bahwa orang yang telah menyatakan iman, meskipun menyembah berhala, melaksanakan ajaran-ajaran agama Yahudi atau Kristen dengan menyembah salib, menyatakan percaya pada trinitas, kemudian mati, tidaklah menjadi kafir, melainkan tetap mukmin dalam pandangan Allah.
    Ajaran Murji’ah ini sangat berbahaya jika diikuti, karena dapat menimbulkan kehancuran dalam bidang akhlak dan moral. Inilah sebabnya nama Murji’ah pada akhirnya mengandung arti tidak baik dan tidak disenangi.
C.    Kesimpulan
Berawal dari persoalan politik yang pada akhirnya meningkat menjadi persoalan teologi dalam Islam. Penyelesaian sengketa antara Ali Ibn Abi Thalib dan Muawiyah Ibn Abi Sufyan dengan jalan arbitrase oleh kaum Khawarij dipandang bertentangan dengan ajaran Islam. Pihak-pihak yang menyetujui arbitrase tersebut telah menjadi kafir dalam pendapat kaum Khawarij.
Aliran Murji’ah ini muncul sebagai reaksi atas sikapnya yang tidak mau terlibat dalam upaya kafir mengkafirkan terhadap orang yang melakukan dosa besar, sebagaimana hal itu dilakukan oleh aliran Khawarij. Mereka menangguhkan penilaian terhadap orang-orang yang terlibat dalam peristiwa tahkim itu dihadapan Allah, karena hanya Allah-lah yang mengetahui keadaan iman seseorang.

Konflik antar Agama
a)    Pengertian Konflik
Konflik merupakan gesekan yang terjadi antara dua kubu atau lebih yang di sebabkan adanya perbedaan nilai, status, kekuasaan, kelangkaan sumber daya, serta distribusi yang tidak merata, yang dapat menimbulkan defrifasi relatif di masyarakat.
b)    Penyebab Konflik 
a.    Perbedaan nilai (ideologi atau keyakinan).
b.    Kurang dan kebuntuan dalam berkomunikasi.
c.    Tidak adanya keharmonisan.
Solusi Dari Konflik kaum Muslimin dengan Orang Kafir
Dalam upaya menyelesaikan konflik haruslah difahami dengan betul bahwa kita hidup di negeri yang memilki banyak suku, agama, ras, dan budaya, sehingga kita dituntut untuk memiliki sifat saling toleransi baik itu antar suku atau agama yang berbeda agar tercipta suasana yang rukun, harmoni, tenang dan damai.


Kamis, 19 September 2013

D   A   R   U   J   U
Acanthus  ilicifolius  Linn. 
    Daruju dapat tumbuh baik diketinggian 0 – 450 m dpl. Terna perdu ini mencapai tinggi sampai dengan 3m, tegak, batang basah, berduri. Tepi daun berduri, batang bergetah.

KLASIFIKASI:  Daruju  disebut  Acanthus ilicifolius Linn.  termasuk ke dalam famili tumbuhan  Acanthaceae.   Tanaman ini  dikenal dengan  nama daerah  daruju dan  jeruju dan dengan nama asing Sea holly.  
SIFAT KIMIAWI:   Tumbuhan ini memiliki banyak  kandungan kimia, yang sudah diketahui  antara lain :Flavone dan asam amino.
EFEK FARMAKOLOGIS:   Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat;  Rasa pahit,  dingin, anti radang (antiphlogistik) dan  expectorant
BAGIAN TANAMAN  YANG  DIGUNAKAN
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan;  akar kering yang diiris tipis-tipis.  Daun dan biji.

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
      Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1.    Kanker.   Akar 30 - 120 gram ditambah 60 - 120 gram daging sapi tanpa lemak, digodok dengan 500 cc air selama 6 jam sampai     tersisa 1 mangkok.   Dibagi untuk 2 kali minum, lakukan setiap hari.
2.      Luka terkena racun anak panah.   Akar dikunyah, dibubuhkan pada luka, bila perlu dibalut 
3.      Pembersih darah.  Tepung dari biji diminum dengan air, sebagai obat pembersih darah pada bisul.
4.      Hepatistis akut dan kronis, pembesaran hati dan limpa.  
         Akar kering  30 - 60 gram digodok, minum, atau ditim dengan daging.
5.      TBC kelenjar, parotitis, asma, nyeri lambung. 
         Akar kering  30 - 60 gram digodok, minum, atau ditim dengan daging.
6.      Obat cacing.     10 gram akar dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit.  Hasil rebusan
         diminum sekaligus.
7.      Sakit perut.   Daun muda direbus, minum airnya.

Agama Budha ( asal usul, Sidarta Gautama, Budha dan Filsafat Agama)
Oleh : Rasyid
A.    Pendahuluan
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, Rabb semesta alam yang telah memberikan nikmatNya yang tak terhitung. Terutama nikmat iman dan Islam dengan itu kita dapat merasakan manisnya Iman dan Islam.
Shalawat dan salam semoga Allah curahkan kepada tauladan terbaik bagi umat Islam khususnya dan seluruh umat manusia, yakni Nabi Muhammad Shalallahu a’laihi wasallam, keluarga, shahabat, tabi’in, tabiut-tabi’in dan yang mengikuti beliau sampai akhir zaman.
Makalah ini membahas tentang Agama Budha yang meliputi asal usul, Sidarta Gautama, Budha, dan filsafat Agama. Agama Buddha adalah sebuah agama dan filsafat yang berasal dari anak benua India dan meliputi beragam tradisi kepercayaan, dan praktik yang sebagian besar berdasarkan pada ajaran yang dikaitkan dengan Siddhartha Gautama, yang secara umum dikenal sebagai Sang Buddha (berarti “yang telah sadar” dalam bahasa Sanskerta dan Pali). Untuk lebih jelasnya pemakalah akan bahas secara lebih jauh lagi.
B.    Pembahasan 
1.    Asal usul
Agama Budha lahir dan berkembang abad ke-6 sebelum Masehi. Agama itu diperoleh namanya dari panggilan yang diberikan kepada pembangunannya mula-mula, Siddarta Gautama (563-483 sM), yang dipanggilkan dengan : Budha.  Panggilan itu berasal dari akarkata bodhi (hikmat), yang didalam deklensi (tashrif) selanjutnya menjadi budhi (nurani), dan menjadi budha (yang beroleh nur).
Siddhartha Gautama, yang secara umum dikenal sebagai Sang Buddha (berarti Yang Sadar (Awakened One), dan Yang Cemerlang (Illumined One), dan Yang beroleh Terang (Englightened One). Panggilan itu diperoleh Siddarta Gautama seseudah menjalani sikap hidup penuh kesucian, betapa, berkhalwat, mengembara untuk menemukan kebenaran, dekat tujuh tahun lamanya, dan dibawah sebuah pohon (yang dewasa ini berada di kota Goya) iapun beroleh Hikmat dan Terang hingga pohon itu sampai kini dipanggilkan: pohon Hikmat (Tree Of Budhi).
Dengan ini, ini adalah salah satu agama tertua yang masih dianut di dunia. Selama masa ini, agama ini sementara berkembang, unsur kebudayaan India, ditambah dengan unsur-unsur kebudayaan Helenistik (Yunani), Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Tenggara. Dalam proses perkembangannya, agama ini praktis telah menyentuh hampir seluruh benua Asia. Sejarah agama Buddha juga ditandai dengan perkembangan banyak aliran dan mazhab, serta perpecahan-perpecahan. Yang utama di antaranya adalah aliran tradisi Theravada, Mahayana, dan Vajrayana (Bajrayana), yang sejarahnya ditandai dengan masa pasang dan surut.

2.    Siddarta Gautama
Gautama Buddha dilahirkan dengan nama Siddhārtha Gautama (Sanskerta: Siddhattha Gotama; Pali: "keturunan Gotama yang tujuannya tercapai"), dia kemudian menjadi sang Buddha (secara harfiah: orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna). Pangeran Siddarta Gautama itu putera Raja Suddhodhana dari kerajaan Kavilawastu, yang wilayahnya meliputi wilayah Nepal dan Bhutan dan Sikkim sekarang ini. Ia termasuk lapisan Ksatria, bukan lapisan Brahim. Gautama itu nama turunan bagi keluarganya yang termasuk rumpun sukubangsa Sakya (Sakyamuni) yang bermakna: Orang suci dari Sakya.
Siddhartha Gautama adalah guru spiritual dari wilayah timur laut India yang juga merupakan pendiri Agama Buddha. Ia secara mendasar dianggap oleh pemeluk Agama Buddha sebagai Buddha Agung (Sammāsambuddha) pada masa sekarang. Waktu kelahiran dan kematiannya tidaklah pasti (Riwayat aslinya sudah bercampur baur dengan dongeng, diantaranya: Jatakamala oleh Aryasura, Buddhacarita oleh Asywagosa dan Lalitawistara oleh Wijana. ), sebagian besar sejarawan dari awal abad ke 20 memperkirakan kehidupannya antara tahun 563 SM sampai 483 SM; baru-baru ini, pada suatu simposium para ahli akan masalah ini, sebagian besar dari ilmuwan yang menjelaskan pendapat memperkirakan tanggal berkisar antara 20 tahun antara tahun 400 SM untuk waktu meninggal dunianya, sedangkan yang lain menyokong perkiraan tanggal yang lebih awal atau waktu setelahnya.
3.    Budha
Dalam mitologi Hindu, Budha (Dewanagari: बुध; IAST: Budha) adalah nama untuk planet Merkurius, putra Candra (bulan) dengan Tara alias Rohini. Ia juga dewa barang dagangan dan pelindung para pedagang.
Buddha diambil dari bahasa Sanskerta untuk yaitu "mereka yang sadar" dan nama orang yaitu Gautama Buddha/Sidharta Gautama orang pertama yang mencapai pencerahan (Buddha) Agama Buddha adalah agama yang diturunkan dari ajaran Siddharta Gautama.
Siddarta Gautama (563-483 sM), yang dipanggilkan dengan : Buddha. Panggilan itu berasal dari akarkata bodhi (hikmat), yang didalam deklensi (tashrif) selanjutnya menjadi budhi (nurani), dan menjadi budha (yang beroleh nur). 
    Tempat suci: Kapilawastu, Bodh Gaya, Sarnth dan Kusyinagara tempat Budha meninggal.
    Hari suci diantaranya Waisyaka: (antara April-Mai) masa Buddha menerima Buddhi.
    Kitab agama Buddha: Dinamakan Tripitaka (tiga keranjang), yang bermakna Tiga himpunan Hikmat, kitab agama Buddha berbahasa Pali (bahasa rakyat umum) dan Sangsekerta (lapisan atasan), kitab lainya yang terkenal: Dharmapada atau Damapala.
a.    Winayapitaka, berisi hukum agama.
b.    Sutranapitaka, berisi naasihat.
c.    Abhidharmapitaka, tafsir ajaran Buddha. 
    Hari raya : Terdapat empat hari raya besar dalam Agama Buddha. Namun satu-satunya yang dikenal luas masyarakat adalah Hari Raya Trisuci Waisak, sekaligus satu-satunya hari raya umat Buddha yang dijadikan hari libur nasional Indonesia setiap tahunnya.
4.    Filsafat Agama
Agama Buddha adalah sebuah agama dan filsafat yang berasal dari anak benua India dan meliputi beragam tradisi kepercayaan, dan praktik yang sebagian besar berdasarkan pada ajaran yang dikaitkan dengan Siddhartha Gautama.  Ajaran Buddha kurang menerangkan soal ketuhanan, puji-pujian dan pemujaan ditujukan pada Buddha, “Om mani padme hum”, wahai engkau yang duduk diatas bunga teratai. Yang diutamakan adalah Buddhi, selalu berbuat kebajikan dan meninggalkan kejahatan menurut jejak dan pesan Buddha, berharap menjadi arhat menuju Nirwana.
C.    Kesimpulan
Agama Buddha termasuk sebuah agama thabii, yaitu agama bumi, agama filsafat, agama budaya, natural relegion, dinul thabii, dinul ardhi, agama ini dipengaruhi oleh unsur-unsur kebudayaan India yang dipelopori oleh Siddarta Gautama yang riwayat aslinya sudah bercampur baur dengan dongeng. Dalam proses perkembangannya ini, agama ini praktis telah menyentuh hampir seluruh benua Asia.
 
Daftar Pustaka
Marzdedeq, A.D. El, Parasit Aqidah (Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur), Bandung: Yayasan Ibnu Ruman, tanpa tahun.
Sou’yb, Joesoef, Agama-agama Besar di Dunia, Jakarta: Pustaka Alhusna, 1983.
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Sejarah_agama_Buddha.htm 07/12/12    21:02
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Siddhartha_Gautama.htm
07/12/12   14:02
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Budha,.htm
07/12/12   16: 16

catatan kaki:

 Nama asli Rasyid, nama hijrah (panggilan) Abdul Rasyid, merupakan Mahasiswa STID Mohammad Natsir Jakarta, semester VII. Demi memenuhi tugas makalah mata kuliah Sejarah Agama-agama (Muqaranatul Adyan), dibawah bimbingan Ust. Abdul Kadir Badjuber, M.Pd.I   
  Joesoef Sou’yb, Agama-agama Besar di Dunia, Jakarta: Pustaka Alhusna, 1983, hal. 72.
  Ibid.
  Ibid.
  Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Sejarah_agama_Buddha.htm
07/12/12    21:02
  Joesoef Sou’yb, Agama-agama Besar di Dunia, hal. 75.
  A.D. El Marzdedeq, Parasit Aqidah (Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur), Bandung: Yayasan Ibnu Ruman, tanpa tahun. Hal. 81.
  Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Siddhartha_Gautama.htm
07/12/12   14:02
  Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http// Budha,.htm
07/12/12   16: 16
  Joesoef Sou’yb, Agama-agama Besar di Dunia, hal. 72.
   A.D. El Marzdedeq, Parasit Aqidah (Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur), hal. 85.
 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. http//Agama_Buddha baru.htm
07/12/12   17:23
  Ibid.
  A.D. El Marzdedeq, Parasit Aqidah (Selintas Perkembangan dan Sisa-sisa Agama Kultur), hal. 84.